jember.jatim.polri.go.id – Rapat Koordinasi sekaligus pengecekan terkait Kerusakan Jembatan Rambigundam oleh Muspika Rambipuji dan Satlantas Polres Jember dgn Instansi Terkait, bertempat di ruang Aula Kec. Rambipuji, Jumat (08/01/2021)

Hadir dalam rapat tersebut, Muspika Rambipuji diantaranya AKP Sucipto (Kapolsek Rambipuji), Kapten Mulyadi (Danramil Rambipuji), Yuni Suhono (Plt. Camat Rambipuji), Kanit Dikyasa, KBO Lantas dan Kaurmintu Lantas Polres Jember, Hidayatullah (Staf PU Bina Marga Kab. Jember), Sukarso (Staf PU Bina Marga Kab. Jember), Candra (Staf Dishub Kab. Jember) dan Mangsur (Kades Rambigundam).

Plt Camat Rambipuji dalam rapatnya menyampaikan bahwa muspika telah melakukan pengecekan di lokasi jembatan Rambigundam dgn hasil lalu lintas di jembatan tersebut sangat ramai. Adapun kondisi jembatan saat ini mengalami keretakan dan pergeseran, sehingga permasalahan ini kami serahkan kpd pihak-pihak terkait, ujarnya.

Sementara Staf PU Bina Marga Kab. Jember menjelaskan bahwa Jembatan tersebut kelas 3A dimana maksimal daya angkut yaitu 8 Ton. Semenjak terjadi banjir bandang tahun 2006 Dinas PU Bina Marga Kab. Jember blm pernah dilakukan pengecekan lbh lanjut. Akan tetapi pihaknya sudah melaporkan ke Dinas yang terkait untuk di tindaklanjuti.

Menurut Dinas PU Bina Marga bahwa jembatan tersebut sudah tidak layak untuk di gunakan sehingga harus ada perbaikan, jelasnya.

Kades Rambigundam memberikan saran agar jembatan tersebut di tutup total. Hal ini bertujuan agar tdk ada korban apabila terjadi robohnya jembatan, ungjapnya.

Selanjutnya, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Jember menyampaikan bahwa langkah yang di lakukan Muspika sudah benar dengan melakukan rapat koordinasi.

Menyarankan apabila dilakukan penutupan total hrs dilakukan sosialisasi kpd masyarakat. Dan Menempatkan personil baik Polsek, Koramil dan Pemdes Rambigundam untuk mengarahkan masyarakat yang belum mengerti sekaligus sosialisasi terkait kondisi jembatan tersebut, imbuhnya.

Kapolsek Rambipuji mengharapkan dengan di pasang Benner tersebut agar masyarakat bisa mematuhi dan mentaati sehingga mengurangi beban diatasnya, sebab curah hujan sangat tinggi tidak menutup kemungkinan adanya air yang deras dari atas ( Panti ) akibat Hujan selama ini, tandasnya.[AR/Agus]