Tribratanews Polres Jember : Sebagai wujud  kepedulian dan pengabdian terhadap masyarakat yang membutuhkan ditengah mewabahnya pandemi Corona Virus Disease (Covid-19). Hari ini, ” Gerakan Bakti Sosial  Peduli Covid-19 ” dilaksanakan secara serentak oleh seluruh jajaran Kepolisian di Indonesia yang diikuti Polres Jember  serta Polsek jajarannya.

Rabu Pagi (22/04/2020), Kapolisian Sektor Arjasa menyalurkan Bantuan sosial berupa 18 paket  Sembako dan  diserahkan secara simbolis kepada Bhabinkamtibmas, yang didistribusikan kepada masyarakat secara ‘door to door’ guna menghindari terjadinya kerumunan.

Kapolsek Arjasa Iptu. Adam, S.H melalui Kasie Humas mengatakan, penyerahan bantuan sosial dilaksanakan sesuai dengan Arahan Kapolri guna mengantisipasi dan memberikan empati kepada warga yang terdampak langsung di Masa  Pandemi Virus Corona.

“Kegiatan ini tentunya tidak terlepas dari peran serta unsur 3 pilar di wilayah  6 Desa Kecamatan Arjasa. Dalam penyaluran bantuan ini,  Polsek Arjasa mengerahkan seluruh personel Bhabinkamtibmas untuk mengantar langsung paket sembako ke rumah penerima”, Ujar Kasie Humas Aipda. Hadi Poernomo.

Selain  memberikan bantuan paket sembako, Pihaknya juga telah melakukan upaya yang sinergis dengan Muspika Kecamatan Arjasa akan mendirikan dapur umum dengan membuat makanan siap saji dan  diberikan kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 maupun pengguna jalan.

Dalam kesempatan ini, Para Bhabinkamtibmas juga menggiatkan imbauan kepada masyarakat agar tidak panik. Warga tetap dianjurkan menerapkan Physical Distancing. Diantaranya, tidak keluar rumah, menjaga jarak, jaga kebersihan dan kesehatan serta selalu menggunakan masker disaat keluar rumah.

Selain itu guna mengantisipasi menjelang bulan Ramadhan serta Hari Raya  Idhul Fitri, Polsek Arjasa berharap agar masyarakat yang berada di luar daerah Kabupaten Jember agar menunda mudiknya. Dengan menunda mudik, itu artinya menyayangi, keluarga, orang tua, kerabat serta teman di kampung halaman.

“Bagi masyarakat yang ada di luar Jember, sementara ini tidak usah pulang kampung dulu, agar Kita bisa bahu membahu memutus mata rantai penyebaran virus Corona ini. Pergerakan aktivitas pemudik dapat menjadi medium penularan Covid-19 di desa-desa, sebab para perantau dianggap rentan  dan  tinggal di episentrum virus corona yang tersebar di wilayah Indonesia”, Pungkasnya. (Humas Arjasa)