Tribratanews Polres Jember : Forkopimda Kabupaten Jember meninjau Posko PPKM Mikro di RT 026 RT 003 Lingkungan Muktisari, Tegalbesar, Kaliwates, Jember. Kamis(10/02). Peninjauan ini dilakukan untuk memonitor langsung pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di Kabupaten Jember .

Pemberlakuan PPKM Mikro didasarkan pada kriteria zonasi pengendalian wilayah, yakni zona hijau (tidak ada kasus), zona kuning (1-5 kasus positif di satu RT), zona oranye (6-10 kasus positif di satu RT) dan zona merah (lebih dari 10 kasus positif di satu RT).

 

Kegiatan peninjauan Forkopimda Jember tersebut didampingi oleh Pejabat Unsur Muspika Kecamatan Kaliwates, Pejabat Utama Polres Jember, Lurah Tegal Besar, Kepala Puskesmas dan Ketua Rt/Rw setempat.

“Hari ini Kita pantau Posko yang dipersiapkan di tingkat desa dan RT/RW. Pemerintah saat ini bersungguh – sungguh dalam penanganan Covid-19. Dukungan pemantapan kegiatan yang paling efektif untuk memutus penyebaran Covid-19 saat ini berada di lini paling bawah yaitu dengan melibatkan peran masyarakat di tingkat RT/RW”, ujar Kapolres Jember AKBP. Arif Rachman Arifin, S.I.K, M.H.

” Terimakasih atas Partisipasi masyarakat Kelurahan Tegal Besar dalam mendukung pelaksanaan PPKM Mikro. Melibatkan peran masyarakat paling bawah, sangat strategis dalam cegah dini dan penanganan covid – 19 secara lebih kuat dan lebih efektif”, Imbuhnya.

Bupati Jember dr. Faida, MMR juga menyatakan apresiasinya atas keterlibatan masyarakat di tingkat RT dalam upaya membantu penanganan Covid-19. Dia meminta agar level kewaspadaan setiap RT/RW dicatat, apakah hijau, kuning atau merah.

“Alarm kewaspadaan tahapan penangann Covid 19 dimulai di tingkat RT, Kita Optimis untuk warna Hijau”, kata Bupati.

Sementara itu Dandim 0824 Jember Letkol Inf. La Ode M. Noerdin meminta agar mengoptimalkan fungsi sinergitas di Kelurahan untuk selalu mengupdate penanganan Covid 19.

“Mekanisme koordinasi, pengawasan dan evaluasi pelaksanaan PPKM Mikro dilakukan dengan membentuk Pos Komando (Posko) tingkat Desa dan Kelurahan. Agar hasilnya baik, pelaksanaannya setiap minggu dievaluasi”, tuturnya. (Red. Hadi).