Jember- Personil Polres Jember melakukan pengamanan penyampaian Aspiras oleh aliansi anti Kesultanan jompo yang dilakukan di depan Mapolres Jember dan Gedung DPRD Kabupaten Jember

Sedikitnya ada 150 peserta aksi yang terdiri dari dari relawan militan jember,relawan jumadi made,basoka,bar’j, HD,forum komunikasi korban wastafel covid ,forum komunikasi pekerja antar kebun, yang mengikuti aksi tersebut.

Dalam orasinya, peserta aksi menyerukan tuntutannya terkait Dugaan Korupsi dana Covid 19, Belum terbayarnya Wastafel Covid 19 TA 2020 yg belum terbayar,Janji Bupati Jember utk menolak Pilkades PAW Subo Kec. Pakusari namun faktanya tetap dilaksanakan,Rekruitmen Dirut PDP Kahyangan Jember yg tidak sesuai aturan dimana hasilnya Dirut yg terpilih tidak berkompeten sesuai bidang perkebunan.

Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo SIK SH,Saat menemui dan berdialog dengan Peserta aksi di depan mapolres mengatakan,polres jember siap membantu dan membuka lebar melayani masyarakat yang mempunyai masalah dengan hukum, Polres Jember akan mempelajari dan menyelesaikan permasalahan satu persatu sesuai prosedur hukum yang ada, selanjutnya peserta aksi melanjutkan ke gedung DPRD untuk menemui anggota dewan.

“Total ada 253 personel polres jember yang mengawal penyampaian aspirasi yang berjalan kondusif kali ini,” ujar Kabag ops Kompol Toha SH.

Kompol Toha SH menambahkan, dalam pengamanan tersebut, petugas tidak membawa senjata api, Hal tersebut, sudah sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) dan tetap dengan pendekatan humanis.

“Kami sangat mengapresiasi yang dilakukan oleh peserta penyampaian aspirasi hari ini karena telah berjalan secara tertib,”ucapnya.

Usai bertemu dan berdialog dengan perwakilan anggota dewan sdr Agus Haeroni dari Partai PAN,peserta aksi membubarkan diri kemudian kembali ke tempat asal masing-masing.(humas polres jember)