jember.jatim.polri.go.idJEMBER, Sepasang suami istri Wahyudi dan Musyanti Warga Padukuhan Plindo Dusun Glundengan Rt. 04 Rw.05 Desa Suci Kecamatan Panti, Jember, merasa menjadi orang tua yang sangat bersyukur.

Bagaimana tidak, anaknya Sinta Nuraini (5 Bln) penderita bibir sumbing yang belum genap berusia satu tahun itu seperti sudah mendapat secercah harapan baru, disaat Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo bersama Ibu Ketua Bhayangkari Ny. Cut Laura Kusworo datang menjemput di kediamannya.

Rona bahagia tampak berbinar- binar menghias wajahnya. Keinginan untuk mendapatkan senyum dan hidup baru bagi anaknya yang bakal menjalani operasi bibir sumbing sudah hampir terwujud nyata.

Hari ini adalah hari bersejarah bagi mereka. Hari yang mendebarkan sekaligus mengharukan. Anaknya mendapatkan bantuan operasi bibir sumbing dari rangkaian program Bhakti Sosial Kepolisian Resort Jember dan Bhayangkari Cabang Jember yang berkerjasama dengan Rumah Sakit Jember Klinik, Selasa (29/08/2017).

Pasien ini tidak dipungut biaya sepeserpun, seluruh biaya di tanggung pihak Kepolisian. Bukan hanya itu. Kesungguhan Kapolres Jember untuk mengembalikan senyuman anak penderita bibir sumbing di tunjukkan mulai dari menjemput pasien dengan ambulance di rumahnya, kemudian mendampinginya sampai menuju ruang operasi hingga pasca operasi.

Operasi Gratis ini menjadi berkah tersendiri bagi keluarga pasien. Padahal, untuk bisa melakukan operasi itu, Wahyudi beranggapan harus merogoh kocek yang tidak sedikit. Untuk biaya operasi saja, Ia membayangkan belum memiliki kemampuan membayarnya, belum lagi biaya transportasi, pemeriksaan, perawatan selama di rumah sakit termasuk obat – obatan. Sementara, dia bukanlah keluarga yang mampu dari segi ekonomi.

Sedangkan menurut Ibunya Musyanti, dengan mendapat bantuan sosial Operasi gratis, Ia merasa sangat terenyuh. Beban psikis menerima kenyataan kondisi anak kesayangannya selama ini, seolah terhempas seketika.

Kapolres Jember mengatakan dari survei Bhabinkamtibmas di 258 Desa Sekabupaten Jember, ada sekitar 8 Orang penderita bibir sumbing dari 5 Kecamatan yang mendapatkan kesempatan menerima bantuan Bhakti Sosial Operasi Bibir Sumbing di RS. Jember Klinik.

Menurutnya, pasien bibir sumbing selayaknya mendapat pelayanan kesehatan prioritas. Penderita bibir sumbing akan berimplikasi pada menurunnya ketahanan tubuh karena asupan makanan tidak maksimal masuk ke dalam tubuh.

Di satu sisi, jika hal ini tidak cepat ditangani, maka pengaruhnya sangat besar terhadap kondisi kesehatan fisik maupun mental penderitanya.

Dengan menjalani operasi dan perawatan yang komprehensif, Pasien akan mendapatkan tidak hanya senyum baru, namun juga harapan dan hidup baru. ( *Red. Humas Jember )